deddynoer: Fatwa Haram Merokok

Posted 27/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Bewara

Tags: , , ,


Disadur dari: deddynoer.blogspot.com

Merokok Haram bagi Ibu Hamil, Anak-anak, di Tempat Umum, dan Pengurus MUI
Minggu, 25 Januari 2009 | 23:20 WIB

PADANGPANJANG, MINGGU — Forum Ijtima’ Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia III memutuskan, merokok hukumnya “dilarang”, yakni antara haram dan makruh. Keputusan ini sudah bulat dan disepakati bersama sehingga dapat dipedomani oleh masyarakat Indonesia.

Pimpinan ijtima forum komisi fatwa, Prof Dr HM Amin Suma MA, di Padangpanjang, Minggu (25/1), mengatakan, forum sepakat menggunakan dua aturan itu. “Tetapi dikhususkan haram hukumnya merokok untuk ibu-ibu hamil, anak-anak, di tempat umum, dan pengurus MUI,” katanya. Khusus bagi pengurus MUI, katanya, akan menentukan sanksi tambahan ke depan, minimal berbentuk peringatan.

Terkait atas putusan hukum merokok dilarang antara haram dan makruh itu, agar bisa dilaksanakan dengan baik, disarankan perlu perangkat hukum yang mengaturnya. Ia akan mengomunikasinyan dengan pemerintah.

Karena terjadi perbedaan pandangan sebagai dasar lahirnya keputusan itu, diimbau masyarakat tidak boleh melakukan eksekusi. “Yang berhak melakukan eksekusi sebagai realiasi sanksi jelas kewenangan pemerintah bukan masyarakat, itu pun jika sudah ada payung hukumnya,” katanya.

Prof Nurhayati Hakim, Dewan Penasihat MUI Sumbar, menyatakan, keputusan itu sudah memadai dan tidak ada masalah. “Paling tidak, fatwa MUI tersebut sudah ada batasan sehingga masyarakat tidak bisa bebas merokok lagi,” katanya. Sumber : KOMPAS


Majelis Ulama Indonesia, MUI, mengeluarkan fatwa haram untuk kegiatan merokok di kalangan anak-anak dan perempuan hamil dan juga yoga, jika yoga kegiatan meditasi itu melibatkan praktek ritual agama Hindu. Fatwa ini dikeluarkan dalam sidang tahunan MUI di Padang, Sumatra Barat dan bertujuan mengurangi jumlah perokok di kalangan anak-anak dan perempuan.

Wakil Ketua Komisi Fatwa MUI Amin Suma mengatakan MUI memutuskan bahwa fatwa ini tidak ditujukan untuk seluruh perokok. “Anak-anak secara ekonomi belum mampu mencari uang, uangnya dari orang tua kadang-kadang minta sana sini. Merokok bagi perempuan hamil mengganggu janin. Jadi ini dilihat dari dunia kesehatan, ekonomi, tidak semata-mata dari sisi agama saja,” ujar Amin Suma. MUI, tambah Amin, yakin perekonomian masyarakat tidak akan terganggu oleh fatwa ini. Selain itu, fatwa ini juga tidak mengikat untuk para petani tembakau, sebab yang diharamkan adalah rokok bukan bahan pembuatnya.

Keputusan MUI ini disambut positif Ketua Harian Komnas Penanggulangan Masalah Merokok Mia Hanafiah yang berharap fatwa ini berdampak positif dan mengurangi jumlah perokok di Indonesia. Menurut data Badan Kesehatan Dunia, WHO, Indonesia merupakan negara dengan jumlah perokok terbesar ketiga di Asia dengan jumlah perokok lebih dari 146 juta orang. Dan menurut data Departemen Kesehatan, hampir 2 juta anak-anak Indonesia usia 7-18 tahun merokok rata-rata 8 batang per hari.

Yoga
Sementara untuk yoga, Amin dikutip kantor berita AFP mengatakan bahwa praktek yoga yang mengandung ritual keagamaan Hindu termasuk pengucapan mantra adalah haram. “Umat Muslim tidak boleh mempraktekkan ritual agama lain karena itu akan melemahkan keimanan Islam mereka,” kata Amin seperti dikutip AFP.

Tetapi Amin mengatakan umat Muslim Indonesia masih dizinkan melakukan yoga sepanjang itu untuk olahraga. “Jika itu murni untuk kegiatan fisik atau olahraga, itu tidak dianggap haram,” tambah Amin. Fatwa yang dikeluarkan Majelis Ulama Indonesia tidak mengikat secara hukum tetapi yang tidak mengindahkannnya, dianggap berdosa.

Selain fatwa soal yoga, MUI juga mengeluarkan fatwa yang melarang umat abstain atau tidak menggunakan hak pilihnya alias golput dalam pemilihan umum tahun ini. “Sepanjang ada calon pemimpin yang memenuhi kriteria seperti misalnya, penganut agama Islam, jujur, brilian dan siap memperjuangkan aspirasi rakyat Indonesia, maka haram hukumnya bagi Muslim kalau tidak memilih,” kata Amin seperti dikutip AFP. Selanjutnya dia menambahkan, adalah terlarang bagi umat Muslim untuk memilih calon pemimpin yang bukan Muslim. (disadur dari: BBCIndonesia.com)

Note by deddynoer:
Merokok ditempat umum adalah merupakan hal yg biasa kita jumpai bahkan saya pun melakukan hal itu. Tetapi bayangkan oleh anda jika anda berada didalam kendaraan umum, dan 70% penumpang sedang merokok, apakah yang anda rasakan, meskipun anda sendiri adalah seorang perokok?

Dan ketika anda melihat sekelompok anak dibawah umur sedang nongkrong diwarung pinggir jalan dekat rumah anda, sedang asyik bercanda sambil menghisap rokok. Bagaimana reaksi anda? Apakah anda akan diam saja? pura-pura tidak melihat? atau bahkan tidak perduli sama sekali?

Kemudian untuk point, wanita hamil diharamkan merokok, saya mendukung fatwa ini dari segi medis/kesehatan, terutama yang berhubungan dengan janin yang dikandungnya.

Untuk anggota MUI diharamkan untuk merokok, saya serahkan kepada mereka sendiri.
Karena sepengetahuan saya, 65% dari mereka adalah perokok, dan saya tidak tahu alasan mereka, secara logika bahwa merokok itu haram. Bagaimana dengan peraturan dinegeri tempat agama Islam itu sendiri? Apakah disana merokok itu haram? Apakah alim ulama disana menyetujui fatwa MUI di Indonesia? Apakah fatwa haram merokok itu berlaku juga untuk agama lain? Bagaimana nasib petani tembakau dan pabrik pabrik pembuat rokok lokal yang memperkerjakan ribuan karyawan? Kenapa segi negatif dari merokok itu saja yang selalu menjadi alasan bagi MUI? Dan apa dan bagaimana dengan reaksi dari Pemerintah kita?

deddynoer: Mengapa Cewek Suka Dg Warna Merah Muda

Posted 20/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Hidoep

Warna merah muda alias pink, identik dengan anak perempuan. Jika ada bayi perempuan lahir, maka semua asesorinya diberi warna pink. Kalau lelaki, maka warnanya biru. Andai ada lelaki pakai baju pink, maka akan diledek, “Uh, kayak cewek lu!”. Mengapa pink identik dengan cewek? Ilmuwan asal University of Newcastle dalam jurnal Current Biology memaparkan sebab musabab ilmiahnya.

Dipimpin oleh Dr Anya Hurlbert, tim ini melakukan ujicoba pada 200 lelaki dan perempuan berusia 20-an. Mayoritas perempuannya menjawab bahwa mereka suka warna paduan biru dan merah, tapi benci warna hijau dan kuning. Mereka terdiri dari dua jenis ras berbeda, Inggris dan China. Ternyata selera warna tidak dipengaruhi oleh budaya etnis, melainkan faktor biologi.

Buah Matang

Evolusi menyebabkan perempuan menyukai warna kemerahan. Mereka cenderung memilih buah warna merah, wajah kemerahan. Budaya juga memberi andil di dalamnya,” ujar Dr Hurlbert. Bisa jadi ini akibat peran kaum perempuan sejak dulu adalah memilih bahan pangan untuk keluarga. Kebiasaan turun temurun untuk mencari buah matang yang identik dengan warna merah, menyebabkan sampai saat ini “anak cucu” Hawa itu meyukai warna merah atau kemerahan.

Sedangkan lelaki cenderung suka warna biru sebab memang tugas mereka sejak lama adalah mencari sumber air bagi keluarga atau sukunya. Warna biru identik dengan sumber air yang baik, bisa dikonsumsi. Mereka juga menganggap bahwa langit biru cerah adalah pertanda cuaca yang bagus untuk berburu.

Studi ini memicu Yazhu Ling, rekan Hulbert, untuk mengadakan riset lanjutan. Ia akan melakukan studi pada anak-anak dan menginvestigasi hubungan antara pilihan warna dan tingkat depresi mereka.

Diterjemahkan secara bebas dari BBCNews

deddynoer: Perlukah Pendidikan Seks Untuk Remaja

Posted 20/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Hidoep

Selama ini banyak kalangan yang mempertanyakan kegunaan pendidikan seks bagi remaja. Benarkah tidak ada gunanya? Bagaimana status pendidikan seks di luar negeri? Mari kita simak untuk perbandingan!

ScienceDaily (Mar.20, 2008). Riset terbaru menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif dapat mengurangi kemungkinan kehamilan remaja, dan tidak ada indikasi bahwa hal tersebut meningkatkan level hubungan seks atau penyakit menular seksual (PMS). “Sama sekali tidak membahayakan untuk mengajari remaja mengenai kontrol kelahiran, sebagai tambahan dari penolakan hubungan seks,’ demikian kata pimpinan kajian, Pamela Kohler, Manajer program pada Universitas Washington di Seattle. Orang tua dan pendidik telah lama berargumentasi, apakah siswa harus mendapatkan pengajaran kontrol kelahiran, atau secara mudah bilang saja tidak terhadap seks bebas. Opsi mana yang lebih baik untuk menunda hubungan seks pada remaja.


Kohler dan kolega mengamati hasil dari survei nasional Amerika Serikat tahun 2002 dan berfokus pada remaja heteroseksual umur 15 sampai 19 tahun. Penemuan ini- berdasarkan respon dari 1719 remaja- dipublikasi pada journal of Adolescent Health. Setelah mereview hasil, peneliti menemukan bahwa satu dari empat remaja menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja. Sembilan persen, terutama di daerah miskin dan pedesaan, tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Dua pertiga sisanya menerima instruksi komprehensif, dengan diskusi kontrol kelahiran dan penolakan hubungan. Remaja yang menerima pendidikan seks komprehensif memiliki kemungkinan 60 persen lebih kecil untuk mendapatkan kehamilan, dibandingkan yang tidak menerima pendidikan seks sama sekali. Kemungkinan kehamilah adalah 30 persen lebih rendah pada mereka yang hanya menerima pendidikan penolakan hubungan seks saja, dibanding mereka yang tidak menerima hubungan seks, namun peneliti mengasumsikan bahwa angka tersebut kurang signifikan secara statistik, sebab beberapa remaja yang masuk dalam kategori diteliti.

Walau mereka juga tidak mencapai signifkansi statistik, survei lain juga menganjurkan bahwa pendidikan seks komprehensif, bukan penolakan hubungan seks saja, mengurangi kemungkinan remaja terlibat pada hubungan vaginal. Kedua pendekatan tersebut tidak dilaporkan mengurangi kemungkinan PMS, namun hasil tersebut secara statistik tidak signifikan. Bagaimanapun, penemuan tersebut mendukung diberikannya pendidikan seks komprehensif, demikian tandas Kohler. ‘Tidak ada bukti untuk mendukung bahwa pendidikan penolakan hubungan seks saja mengurangi kemungkinan terjadinya hubungan seks, atau kehamilan’, kata Kohler lagi.

Don Operario, PhD., profesor pada Universitas Oxford di Inggris mengatakan bahwa kajian tersebut memberikan ‘bukti lebih jauh’, terhadap kegunaan pendidikan seks komprehensif dan ketidak efektifitas dari pendekatan penolakan hubungan seks saja. Bagaimanapun, kajian tersebut tidak menunjukkan bagaimana pendidik harus mengimplementasikan pendidikan seks komprehensif pada ruang kelas, demikian kata Operario, yang mempelajari pendidikan seks. ‘Kita memerlukan pemahaman lebih baik terhadap cara yang paling efektif untuk memberikan tipe pendidikan dalam rangka untuk memaksimalkan pemahaman murid dan penerimaan komunitas’, kata Operario.

Referensi Jurnal : Kohler PK, Manhart LE, Lafferty WE. Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. J Adolesc Health 42(4), 2008.

deddynoer: Tentang Ayah

Posted 20/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Hidoep

Cinta dan Kasih Sayang Ayah Dalam Rumah Tangga Modern. Cinta pada hakikatnya hanyalah sebuah kata. Sebuah kata ajaib yang diberikan Allah swt kepada umat manusia. Dengan cinta itu orang tua mempunyai kekuatan yang tidak ada batasnya dalam merawat dan mengatur rumah tangganya, mendidik anak-anaknya dengan benar yaitu dengan cinta dan kasih sayang yang tulus tanpa pamrih. Cinta yang diliputi degan aura kesabaran yang besar, tidak pemarah, tidak dengki, tidak iri dan tidak mementingkan diri sendiri.

Dengan dan atas nama cinta, orang tua akan rela dan ikhlas mengorbankan seluruh kepentingan dirinya pribadi demi kepentingan keluarganya, terutama demi kepentingan dan kebahagiaan anak-anak buah cinta dan kasih sayang dan anugrah illahi atas pernikahan mereka.

Orang tua yang selalu hidup dengan aura cinta dan kasih sayang dalam rumah tangganya yang harmonis sesungguhnya telah mengajarkan kepada anak-anaknya untuk saling mengasihi dengan sesama. Dengan melihat dan merasakan cinta dan kasih sayang pada kedua orang tuanya, anak secara perlahan-lahan akan mencoba membayangkan cinta dan kasih sayang tuhan kepadanya. Sehingga orang tua yang bijaksana akan selalu berusaha dengan sekuat tenaga dan seluruh upayanya mempertahankan cinta dan kasih sayang dalam keluarganya agar tidak hilang dan lenyap ditelan kesibukan dan rutinitas masing-masing anggota keluarganya.

Seorang ibu yang arif hanya akan selalu memakai kekuatan cinta dan kasih sayang dalam memenangkan pertarungan mengambil perhatian anak-anaknya, sehingga anak yang dianugrahkan Allah swt kepadanya tetap berada dalam pelukan kasih sayang sejati ibunya. Dan seorang ayah yang bijak akan selalu meluangkan waktunya untuk mengungkapkan cinta dan kasih sayangnya kepada keluarga dan anak-anaknya, sehingga anak dalam pegaulan dengan lingkungannya selalu merasa nyaman dengan keyakinan bahwa cinta dan kasih sayang orang tuanya selalu hadir bersamanya dimanapun dia berada.

Tidak selayaknya seorang ayah membebankan seluruh tanggung jawab yang terlalu besar hanya kepada ibu dalam mendidik anak-anaknya. Fungsi dan peranan seorang ayah dalam rumah tangga modern sebetulnya telah mengalami perubahan dan perkembangan makna dari hanya sebagai seorang suami yang bertugas dan bertanggungjawab memberikan nafkah lahir dan batin kepada keluarganya tetapi juga telah berperan cukup besar dalam pembentukan karakter dan kepribadian anak sebagamana seorang ibu yang telah mengambil sebagian tanggungjawab keuangan keluarga dengan ikut bekerja membantu mencari nafkah demi kebahagiaan dan masa depan anak-anak

Tidak bisa dimungkiri bahwa rutinitas pekerjaan sehari-hari dalam memenuhi kebutuhan keluarga telah menyita terlalu banyak energi seorang ayah dan sorang suami. Namun semua keletihan itu, rasa capek dan kepenatan tidaklah bisa dijadikan alasan yang terlalu kuat untuk mengabaikan kasih sayang kepada anak-anak yang selalu menunggu setiap hari ayahnya pulang. Anak yang selalu menunggu perhatian untuk mendapatkan cinta kasih dari sang ayah. Anak yang ingin menyampaikan seluruh kisah dan perjalanan serta pertarungan hidup yang dilaluinya hari itu kepada sang ayah yang mencintainya dan diidolakannya.

Sampai kapan pun figur seorang ayah dalam sebuah keluarga, akan selalu menjadi faktor dominan serta panutan, contoh serta tauladan yang utama bagi anak-anaknya. Seorang ayah yang selalu kekurangan waktu dalam menyelesaikan pekerjaannya di luar rumah, sehingga terpaksa mengorbankan waktu untuk keluarga dan anak-anaknya, akan cendrung membuat anaknya tumbuh menjadi anak-anak yang kurang peduli terhadap lingkungan sekitarnya. Anak-anaknya akan menjadi anak yang keras kepala, tidak mau mendengarkan nasehat dari orang lain dan pada akhirnya juga akan melupakan dan mengabaikan perintah tuhannya. Anak adalah cermin yang sangat jernih dan sangat terang untuk menggambarkan bagaimana perlakuan ayahnya terhadap keluarga dan anak-anaknya.

Tentunya bukan suatu yang sangat berlebihan dan terlalu berat bagi seorang ayah yang perkasa untuk meluangkan sedikit waktu berbagi cerita dan bermain dengan anak-anak yang merindukannya dari pagi dan menemani belajar. Seorang anak sangat membutuhkan pengalaman dan wawasan ayahnya sebagai bekal kelak dalam mengarungi kehidupan yang penuh dengan persaingan dan tekanan. Semakin lama persingan dan tekanan itu akan semakin berat. Mungkin akan jauh lebih berat dari tekana hidup yang ada sekarang.

Disadari atau tidak, sesungguhnya secara naluriah seorang anak akan dapat merasakan pacaran dan getaran serta potensi cinta dan kasih sayang yang sangat besar dari ayahnya untuk dicurahkan kepadanya, karena dengan potensi cinta dan kasih sayang yang besar itu pulalah sesunggunhya sang ayah telah memikat hati ibunya dulu. Potensi cinta dan kasih sayang sebagai sorang ayah yang sekarang ditunggu sang anak dari ayahnya. Harapan yang belum kuasa diucapkan dengan kata-kata yang mewakili naluri dan perasannya

Seorang ayah yang bijaksana pasti akan selalu mampu memenuhi harapan keluarga dan anak-anaknya serta pasti selalu mampu mengungkapkan rasa cinta dan kasih sayang dengan bahasa dan cara-cara yang cerdas dan arif terhadap anak-anaknya. Tanpa campurtangan yang besar dari sang ayah tentunya akan sangat sulit untuk mempertahankan dan mengembangkan aura cinta dan kasih sayang yang tumbuh dan terbina dalam sebuah keluarga. Sesungguhnya ikatan cinta dan kasih sayang dalam sebuah keluarga merupakan salah satu bukti nyata dari cinta dan kasih sayang Allah swt, karena dengannya manusia bisa mencurahkan seluruh naluri dan rasa cinta dari perasannya yang palin dalam lautan kasih tanpa pamrih, selain hanya mengharap ridha dari Allah swt

deddynoer: Menjadi Ayah Yang Hebat

Posted 20/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Hidoep

1. HORMATILAH IBU ANAK-ANAK ANDA.
Salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan Ayah bagi anak-anaknya adalah
menghormati Ibu mereka. Kalau Anda menikah, jagalah pernikahan Anda agar
tetap kuat dan penuh vitalitas.

2. LEWATKANLAH WAKTU BERSAMA ANAK-ANAK ANDA.
Bagaimana seorang Ayah melewatkan waktunya mengatakan apa yang penting
baginya. Kalau Anda tampaknya selalu terlalu sibuk untuk anak-anak Anda,
mereka akan merasa ditelantarkan, apapun yang Anda katakan.

3. UPAYAKANLAH HAK UNTUK DIDENGARKAN.

Terlalu sering satu-satunya saat sang Ayah bicara kepada anak-anaknya
adalah ketika mereka melakukan suatu kesalahan. Mulailah bicara kepada
anak-anak ketika mereka masih kecil, sehingga topik-topik sulit akan lebih
mudah ditangani ketika mereka semakin besar. Luangkanlah waktu dan
dengarkanlah ide-ide serta persoalan-persoalan mereka.

4. DISIPLINKANLAH DENGAN KASIH.

Semua anak butuh bimbingan dan pendisiplinan, bukan sebagai hukuman,
melainkan untuk menetapkan batasan-batasan yang masuk akal. Ingatkanlah
anak-anak Anda akan ganjaran perbuatan mereka dan berikanlah imbalan yang
berarti atas perilaku yang diinginkan.

5. MODEL PERAN.

Para Ayah adalah model peran bagi anak-anaknya, entah mereka menyadarinya
atau tidak. Seorang anak perempuan yang melewatkan waktu dengan Ayahnya
yang penuh kasih tumbuh dengan pengetahuan bahwa ia pantas diperlakukan
dengan hormat oleh anak-anak lelaki, dan apa yang harus dicarinya dalam
diri seorang suami. Para Ayah dapat mengajari putera-puteranya apa yang
penting dalam kehidupan ini dengan mendemonstrasikan kejujuran, kerendahan
hati, dan tanggung jawab.

6. JADILAH GURU.

Terlalu banyak Ayah yang menganggap bahwa mengajar adalah urusan orang
lain. Namun seorang Ayah yang mengajari anak-anaknya tentang yang benar
dan yang salah serta mendorong mereka untuk melakukan yang terbaik akan
melihat anak-anaknya mengambil pilihan yang baik.

7. MAKANLAH BERSAMA-SAMA KELUARGA.

Makan bersama-sama (sarapan, makan siang, atau makan malam) bisa menjadi
bagian penting dari kehidupan keluarga yang sehat. Selain memberikan
struktur pada hari yang sibuk, ini juga memberi anak-anak peluang untuk
membicarakan apa yang sedang mereka kerjakan dan apa yang ingin mereka
kerjakan.

8. BACAKANLAH CERITA BAGI ANAK-ANAK ANDA.

Mulailah membacakan cerita bagi anak-anak semenjak mereka masih kecil.
Setelah mereka lebih besar, doronglah mereka untuk membaca sendiri.
Menanamkan kecintaan untuk membaca adalah salah satu cara terbaik untuk
memastikan anak-anak Anda mengalami pertumbuhan pribadi maupun karir
seumur hidup.

9. PERLIHATKANLAH KASIH SAYANG ANDA.

Anak-anak butuh ketenteraman yang berasal dari mengetahui bahwa mereka
diinginkan, mereka diterima, dan dikasihi oleh keluarga. Orangtua,terutama
para Ayah, perlu membiasakan diri merangkul anak-anaknya. Memperlihatkan
kasih sayang setiap harinya adalah cara terbaik untuk memberitahu mereka
bahwa Anda sayang kepada mereka.

10. SADARLAH BAHWA TUGAS SEBAGAI AYAH TIDAK PERNAH SELESAI.

Bahkan setelah anak-anak besar dan siap meninggalkan rumahpun, mereka akan
tetap mencari hikmat serta nasihat dari Ayahnya. Entah soal meneruskan
pendidikan, pekerjaan baru, atau pernikahan, para Ayah terus memainkan
peran penting dalam kehidupan anak-anak mereka sementara mereka bertumbuh
dan, mungkin, menikah dan membangun keluarga sendiri.

deddynoer: Ayah dan Kasih Sayang

Posted 20/01/2009 by deddynoer
Categories: Tentang Hidoep

Ayah yang “terpenjara” membawa resiko terhadap hubungan pengasuhan dengan anak-anak mereka, demikian menurut hasil data statistik.

Perhimpunan Penjara – pada tahun 1999 studi di Columbia University menyatakan bahwa remaja yang mempunyai hubungan yang buruk dengan ayah mereka, 68% kemungkinannya untuk menjadi pecandu minuman keras dan obat bius. Studi juga menunjukkan bahwa 71% remaja mengatakan bahwa mereka memiliki hubungan yang amat baik dengan ibu mereka. Sedang dengan data responden yang sama menunjukkan hanya 58% yang mengatakan bahwa mereka mempunyai hubungan yang baik dengan ayah mereka. Sebagai tambahan, remaja yang mengaku lebih mudah berbicara dengan ibunya daripada dengan ayahnya tentang masalah kecanduan jumlahnya dua kali lipat lebih banyak.

Setelah merilis laporan ini, USA Today menulis : “Okey para ayah, dengarkan hal ini! Kunci untuk memenangkan perang terhadap kecanduan bukan berdasar polisi atau hukum, tetapi tergantung dari anda semua!”.

Jika ada keterkaitan yang kuat antara ayah, anak dan kenaikan masalah kekerasan yang dilakukan oleh remaja, apa yang dapat seorang pria lakukan untuk mendapatkan kembali peran vital kebapaan yang dimiliki seorang ayah? Ingatlah, kata kunci yang dihasilkan dari studi tersebut adalah membina hubungan.

Sayang sekali, banyak pria yang berjuang untuk membangun hubungan yang sehat sering kali gagal karena ayah mereka sendiri (jika mereka melihat sekeliling) bukanlah model ayah yang baik dalam hal perilakunya. Banyak pria percaya mitos bahwa menunjukkan emosi adalah tidak pantas bagi seorang pria. Bagi banyak masyarakat, emosi selaras dengan kelemahan dan akan mungkin mengundang pemangsa dari pihak lain.

Namun semua ayah harus mengakui bahwa untuk menjaga anak-anak mereka selamat dari bahaya kecanduan, mereka harus mengambil resiko untuk memelihara hubungan diantara mereka sebelum terlanjur hal yang buruk terjadi.

Anak-anak umumnya siap untuk suatu hubungan. Mereka membutuhkan perhatian, cinta dan kasih sayang. Begitu banyak ayah yang gagal untuk menyadari bahwa kebutuhan ini tidaklah berubah ketika seorang anak beranjak dewasa. Perbedaannya hanyalah bagaimana seorang ayah mengekspresikan perhatian, cinta dan kasih sayangnya itu. Remaja bertindak seakan mereka tidak membutuhkan atau menginginkan perhatian ayah mereka. Tapi itulah yang disebut akting. Seorang ayah harus mengingat meski anak remajanya terlihat telah dewasa, mereka masih kekurangan apa yang disebut kebijaksanaan yang didapat dari pengalaman hidup menjadi seorang bapak. Anak-anak tidak selalu mengetahui apa yang terbaik bagi diri mereka. Namun remaja tidak akan menerima tuntunan seorang ayah jikalau tidak ada suatu hubungan di antara ayah dan anak.

Seorang remaja 17 tahun menulis : “Terkadang saya merasa begitu sendirian, sepertinya tidak ada yang peduli. Keluarga saya hidup dalam dunia mereka sendiri dan saya hidup dalam dunia saya. Saya tahu ini kedengarannya gila, tapi saya ingin mereka membiarkan saya sendiri dan saya ingin menjadi bagian dari hidup mereka. Kebanyakan ketika mereka meninggalkan saya sendirian justru menjadi waktu-waktu kesunyian yang mengasyikkan “.

Surat tersebut mengilustrasikan kesulitan seorang remaja yang sudah belajar apa artinya menjadi dewasa. Dia menginginkan ayahnya meninggalkan dia seorang diri, namun ia justru ingin menjadi bagian dari kehidupan orang tuanya. Anak-anak anda akan berhadapan dengan perasaan yang sama bila anda melakukan hal yang sama terhadap anak-anak anda yang berusia seperti remaja di atas. Jikalau bukan anda sebagai ayahnya yang bisa mencintai dan menerima kondisi yang tidak bersyarat seperti itu, siapa lagi yang akan mereka minta pertolongan untuk mendapat arahan dan petunjuk. Mereka akan menemukan remaja lain dan siapapun yang dapat memberikan mereka perhatian yang mereka butuhkan.

Seorang ayah dimanapun ia berada seharusnya belajar membangun dan memelihara hubungan yang intim dengan anak-anak mereka. Dibawah ini adalah langkah-langkah yang dapat dilakukan seorang ayah :

Mulai Terlibat
Ayah yang berbelit-belit cenderung keluar dari kegiatan interaksi dengan anak-anak mereka. Mereka menyerah dalam beberapa aktivitas yang sebenarnya begitu penting bagi anak-anak mereka untuk menghabiskan waktu itu bersama ayahnya.

Tunjukkan Bahwa Anda Menerima Anak-anak Anda
Penerimaan seorang ayah menolong anak-anaknya percaya bahwa ayahnya akan mengasihi mereka apapun yang terjadi. Itu mengajarkan anak-anak bahwa mereka dikasihi untuk keberadaan mereka lebih daripada karena apa yang mereka lakukan. Ketika remaja merasa diterima oleh ayah mereka, mereka akan suka untuk membagikan isu-isu sensitif dengan ayah mereka.

Basahi Anak-anak dengan Kasih Sayang
Ekspresikan kasih sayang dengan cara yang berbeda : kata-kata cinta, hadiah kecil yang mengejutkan, sentuhan yang patut yang mengkomunikasikan banyak hal (termasuk gulat ayah dan anaknya). Ketika seorang ayah menunjukkan kasih sayang kepada anak-anaknya, ia mengatakan bahwa mereka layak dikasihi.

Jadilah Konsisten
Dengan jalan inilah anak-anak mengetahui apa yang diharapkan dan apa yang mereka dapat lakukan untuk membayar hal itu.

Terbuka dan Tersedia
Ketersediaan seorang ayah menyatakan hal ini, bahwa anak-anak itu penting bagi ayah mereka. Ketika seorang ayah tidak tersedia bagi anak-anaknya, itu sama saja dengan mengatakan kepada anak-anaknya : ” Saya mengasihimu tapi maaf, hal penting lainnya datang mendahului kamu”.

Belum terlambat bagi anda untuk belajar memulainya dari sekarang. Ada banyak jembatan yang bisa diperbaiki, namun jika seorang ayah menyisakan komitmen dan konsistensi, baik ayah maupun anak akan mengalami sesuatu yang lebih baik lagi pada akhirnya.